Sosial Media
0
Artikel
    Home Pendidikan

    SIGADIS BAKUMPAI, Strategi Inovatif Guru SMPN 1 Muara Teweh Integrasikan Bahasa Inggris dan Bahasa Daerah

    3 min read

     

    Muara Teweh – Inovasi pembelajaran yang menggabungkan teknologi digital dengan pelestarian budaya lokal terus berkembang di dunia pendidikan. Salah satu praktik baik tersebut hadir melalui Strategi SIGADIS BAKUMPAI (Literasi Gaya Digital Bahasa Inggris dan Bahasa Bakumpai) yang dikembangkan oleh Fitria Yunita, S.Pd.I, guru SMP Negeri 1 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

    Strategi ini menjadi terobosan dalam pembelajaran karena mengintegrasikan mata pelajaran Bahasa Inggris dengan Bahasa Bakumpai sebagai bahasa daerah. Melalui strategi tersebut, peserta didik tidak hanya belajar memahami materi Bahasa Inggris, tetapi juga dikenalkan kembali pada kekayaan bahasa dan budaya lokal yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam pelaksanaannya, Fitria Yunita memanfaatkan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi digital yang dirancang menarik dan interaktif. Beragam media tersebut meliputi website pembelajaran, gim edukasi, animasi, media pembelajaran interaktif, hingga buku cerita digital yang memungkinkan peserta didik belajar secara aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.

    "Peserta didik saat ini sangat dekat dengan teknologi. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dikemas sesuai dengan karakteristik mereka, namun tetap mengangkat nilai-nilai budaya lokal agar identitas daerah tidak hilang," ujar Fitria saat menjelaskan konsep pembelajaran yang dikembangkannya.

    Tujuan utama penerapan Strategi SIGADIS BAKUMPAI adalah meningkatkan kemampuan literasi peserta didik, khususnya dalam memahami informasi yang terdapat di dalam teks berbahasa Inggris. 

    Di sisi lain, strategi ini juga menjadi bentuk nyata revitalisasi Bahasa Bakumpai melalui integrasi bahasa daerah ke dalam proses pembelajaran modern serta bagian dari implementasi Pembelajaran Mendalam yang berpusat pada peserta didik.

    Salah satu media inovatif yang mendapat perhatian adalah animasi edukatif berjudul "Supak and Gantang", yang diadaptasi dari cerita rakyat Kabupaten Barito Utara. Animasi tersebut disajikan secara audiovisual kartun menggunakan Bahasa Inggris sehingga peserta didik dapat mempelajari kosakata, struktur bahasa, sekaligus mengenal kembali warisan budaya daerah.

    Selain animasi, peserta didik juga diajak menghasilkan berbagai produk pembelajaran berbasis proyek. Mereka membuat karya bilingual yang memadukan Bahasa Inggris dan Bahasa Bakumpai dalam bentuk cerita digital, media interaktif, maupun produk kreatif lainnya. Pendekatan ini tidak hanya mengembangkan keterampilan berbahasa, tetapi juga melatih kreativitas, komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi.

    Hasil penerapan strategi tersebut menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kemampuan peserta didik dalam memahami isi bacaan mengalami peningkatan, sementara motivasi belajar juga semakin tinggi karena proses pembelajaran berlangsung lebih menarik dan relevan dengan kehidupan mereka. Karya-karya bilingual yang dihasilkan peserta didik menjadi bukti bahwa integrasi teknologi dengan budaya lokal mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

    Praktik baik ini juga memperoleh apresiasi dari berbagai pihak. Peserta didik mengaku lebih antusias mengikuti pembelajaran karena materi disampaikan melalui media yang menarik dan mudah dipahami. Dukungan serupa datang dari orang tua yang melihat perubahan positif pada semangat belajar anak-anak mereka, serta dari rekan sejawat yang menilai strategi tersebut layak diterapkan pada mata pelajaran lain.

    Kepala SMP Negeri 1 Muara Teweh, Maslan, S.Pd.I, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dilakukan guru di sekolahnya.

    "Strategi SIGADIS BAKUMPAI merupakan praktik baik yang patut dicontoh sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus turut melestarikan bahasa daerah. Integrasi teknologi digital dengan budaya lokal menjadi langkah yang relevan dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 tanpa meninggalkan identitas daerah," ujarnya.

    Melalui Strategi SIGADIS BAKUMPAI, SMP Negeri 1 Muara Teweh menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran tidak hanya berorientasi pada peningkatan capaian akademik, tetapi juga mampu memperkuat karakter peserta didik sebagai generasi yang melek teknologi sekaligus bangga terhadap bahasa dan budaya daerahnya.

    Praktik baik ini menjadi inspirasi bahwa pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan secara kreatif melalui pembelajaran yang inovatif. Ketika teknologi dipadukan dengan kearifan lokal, proses belajar tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu menjaga warisan budaya di tengah pesatnya perkembangan zaman.

    Komentar
    Additional JS