Sosial Media
0
Artikel
    Home Tidak Ada Kategori

    Fabel ; "PIKO INGIN SEKOLAH"

    5 min read

     

    Di sebuah hutan Kalimantan, tinggallah seekor burung enggang kecil bernama Piko. Paruhnya pendek, bulunya lembut, dan matanya selalu berbinar penuh rasa ingin tahu. Piko tinggal di rumah pohon.



    Setiap pagi Piko bertengger di jendela rumahnya, melihat anak-anak hewan berjalan menuju sekolah. Tupi si tupai membawa tas kecil, Lala si rusa membawa buku gambar, Bubu si beruang membawa kotak bekal dan Cici si kelinci membawa sekotak krayon. Mereka berangkat ke sekolah dengan riang gembira.

    Sekolah hewan berada di tepi sungai. Ada taman bunga mini di sana. Anak-anak hewan bermain dan belajar bersama Bu Guru Kura-kura.

    “Bu, kapan aku sekolah?” tanya Piko untuk kesekian kalinya.

    Ibunya tersenyum sambil merapikan bulu kepala Piko. “Piko masih terlalu kecil. Umurmu belum cukup untuk masuk sekolah,” kata Ibu.

    Piko mengembungkan pipinya. “Tapi Piko sudah bisa berhitung sampai dua puluh! Dan sudah hafal huruf A sampai… hmm… kadang sampai Z.”

    Ibu tertawa kecil. Karena tahu Piko sangat ingin belajar, sore itu Ibu pergi ke pasar hutan. Ketika pulang, Ibu membawa sebuah paket.

    “Untuk Piko,” kata Ibu.

    Piko membuka paket dengan semangat. Di dalamnya ada buku gambar, krayon warna-warni, dan papan tulis kecil. Mata Piko berbinar.

    “Waaah! Aku punya alat sekolah!” seru Piko.

    Sejak hari itu Piko belajar di rumah. Ia menggambar, menulis huruf, dan bermain peran menjadi guru. Kadang ia berdiri di depan cermin dan bicara sendirian.

    “Halo murid-murid! Hari ini kita belajar tentang… kenapa pisang tidak tumbuh di langit?” Lalu ia sendiri yang menjawab. “Karena nanti monyet naik pesawat!” Piko tertawa sendiri.

    Meskipun senang belajar di rumah, hatinya masih ingin pergi ke sekolah sungguhan. Suatu pagi, saat Ibu sedang pergi, Piko punya ide. Ia memakai tas kecil, memasukkan buku, pensil, dan papan tulis.

    “Aku akan sekolah diam-diam,” kata Piko.

    Piko terbang pelan mengikuti anak-anak hewan. Sesampainya di sekolah, ia bersembunyi di balik semak. Dari jendela ia melihat Bu Guru Kura-kura sedang mengajar. Piko tidak tahan. Ia masuk diam-diam dan duduk di bangku paling belakang.

    Bu Guru Kura-Kura melihatnya.“Hmm? Kita punya murid baru, ya?” tanya Bu Guru.

    Semua murid menoleh ke arah Piko.

    Piko gugup.“Aku… aku Piko. Aku cuma ingin sekolah….”

    Bu Guru tersenyum, “Baiklah. Hari ini Piko boleh ikut belajar.”

    Piko sangat senang. Pelajaran dimulai. Namun lima menit kemudia Bu Guru berkata, “Sekarang kita belajar duduk tenang selama satu jam.”

    Piko terkejut, “Satu jam?”

    Lima menit berikutnya Bu Guru berkata, “Sekarang menulis huruf seratus kali.”

    Piko mulai pegal. Sepuluh menit kemudian Bu Guru berkata lagi, “Tidak boleh terbang di kelas.”

    Piko menatap jendela dengan sedih. Saat jam istirahat, semua murid terlihat lelah.

    Tupi berkata, “Besok ada tugas lagi.”

    Bubu mengeluh, “Aku belum selesai menggambar daun.”

    Cici menggaruk-garuk kepalanya,”PR matematikaku belum selesai juga.”

    Piko mulai berpikir. Ternyata sekolah tidak hanya bermain.  Piko pulang dengan langkah pelan. Ibu sudah menunggu.

    “Nah, bagaimana sekolahnya?” tanya Ibu.

    Piko diam sebentar lalu tersenyum. “Bu… ternyata sekolah itu seru, tapi capek juga.”

    Ibu tertawa. “Belajar memang menyenangkan, tapi ada waktunya.”

    Piko mengangguk. Lalu ia berkata dengan semangat, “Kalau begitu, sebelum cukup umur, aku mau sekolah di rumah saja!”

    Ibu tersenyum bangga. Besok paginya, Piko membuat papan dari daun besar. Ia menata buku gambar, pensil dan crayon warna warni di atas meja kecil. Hari ini ia akan mengajar di sekolah miliknya itu. Dan, murid pertamanya adalah… Ibunya sendiri.

    Piko berdiri tegak dan berkata, “Selamat datang murid pertama! Hari ini pelajarannya penting!”

    Ibu bertanya, “Pelajaran apa, Pak Guru Piko?”

    Piko menjawab sambil tersenyum, “Cara sabar menunggu sampai waktunya tiba!”

    Mereka pun tertawa bersama.

    Komentar
    Additional JS