PERTAMA DI DUNIA! Akademi Puisi Multimedia PERRUAS Siap Lahirkan Deklamator Handal
Seni deklamasi puisi saat ini menjadi salah satu aksi panggung yang mulai diminati. Membaca puisi dengan gaya, irama, ekspresi, emosi, dan gerak tubuh yang didukung oleh visual dan audio tentu akan menjadi tontonan sastra yang memukau. Lihat saja gaya berpuisi teaterikal W.S Rendra yang menggugah hati, atau gaya berpuisi Sutarzi Calzoum Bachri yang menekankan pada gaya mantra. PERRUAS ( Perkumpulan Rumah Seni Asnur) yang digawangi oleh Dato Asrizal Nur atau yang akrab disapa Bang Asnur, seorang deklamator puisi ternama Indonesia,
menginisiasi sebuah program pelatihan yang diklaim sebagai pertama di Indonesia bahkan di dunia.
Akademi Puisi Multimedia ( APM) yang dilaksanakan secara daring sejak Maret lalu diikuti oleh 40 ( empat puluh) peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Pada kegiatan ini seluruh peserta mendapatkan materi dan pendampingan langsung oleh Bang Asnur pada setiap pertemuan. Selain Bang Asnur, pemateri kegiatan juga melibatkan penyair-penyair ternama lainnya seperti Jose Rizal Manua. Peserta menampilkan kemampuan membaca puisi satu persatu untuk kemudian dievaluasi di setiap pertemuan. Beberapa puisi yang menjadi pilihan peserta di antaranya adalah : TANAH AIR MATA Karya Sutarzi Calzoum Bachri dan SENJA DI PELABUHAN KECIL Karya Chairil Anwar.
Menurut Bang Asnur, kedua puisi tersebut memiliki tantangan tersendiri untuk dibacakan dan tidak semua deklamator mampu membacakannya dengan emosi yang sesuai. "Tidak perlu ekspresi berlebihan atau suara yang menggelegar. Cukup maknai kata yang ingin diucapkan maka emosi, gerak tubuh serta ekspresi itu akan mengalir secara alami," ucapnya. Oleh karena itu, ia berpesan agar seluruh peserta tekun berlatih dan menjiwai puisi. "Puisi itu bukan sekadar kita membaca teks tapi kita mengajak pendengar dan penonton untuk larut di dalam alur ceritanya. Untuk itu kekuatan vokal, emosi dan ekspresi sangat berpengaruh. Jangan sampai penonton bosan," pesan Bang Asnur.
Fitria Yunita, anggota Komunitas Penulis Barito Utara, salah satu peserta pelatihan menyatakan bahwa pelatihan yang ia ikuti ini benar-benar mengasah kemampuannya dalam membacakan puisi. "Terus terang sebelum mengikuti kegiatan ini gaya berpuisi saya masih jadul dan monoton. Ada rasa malu untuk berekspresi," ungkapnya. " Setelah mendapatkan bimbingan oleh Bang Asnur saya mulai menemukan gaya membaca puisi yang enak dinikmati. Tapi tentunya saya harus lebih sering berlatih," ucapnya lagi. Ia juga menyebutkan bahwa alasannya mengikuti kegiatan langka ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan menjadi modal baginya jika suatu saat dilibatkan dalam kegiatan berpuisi.
Dalam pertemuan ke-6 pada Sabtu malam ( 09/05/2026), Bang Asnur mengumumkan bahwa pelatihan ini nantinya akan melalui proses seleksi peserta untuk diberikan apresiasi berupa Wisuda Deklamator. Acara dimaksud akan diselenggarakan pada November 2026 di Auditorium Perpustakaan Nasional RI di Jakarta. Ia berharap agar semua peserta bisa menyelesaikan tugas akhir berupa pembuatan video membaca puisi dengan maksimal, agar memperloleh nilai yang bagus dan layak diwisuda. Iapun menutup pertemuan dengan memotivasi peserta agar tak berhenti belajar, seorang deklamator akan memiliki "nilai" jika ia mampu menghipnotis penonton dengan puisi yang dibacakannya.
