Langkah di Atas Benang Halus
![]() |
| Foto : Ilustasi Gemini AI |
Di cermin itu, ada raksasa yang lelah
Membawa beban yang tak hanya lemak dan daging
Tapi juga pandangan tajam seujung jengking
Dan tawa kecil yang robek di balik celah.
Setiap langkah adalah perang melawan gravitasi
Napas yang memburu, jantung yang menabuh genderang
Di trotoar, di tangga, di tengah hiruk-pikuk kota
Kami berjalan di atas benang halus prasangka.
Dunia terasa begitu sempit bagi tubuh yang lebar
Kursi transportasi umum yang seolah menghakimi
Baju-baju di toko yang bisu tak mau mengerti
Hingga nasi di piring yang dipantau ribuan mata lapar.
"Kurangi makan," kata mereka dengan ringan
Tanpa tahu ada luka yang coba ditambal dengan suapan
Ada hormon yang khianat, ada metabolisme yang lambat
Ada trauma lama yang bersembunyi di balik lipatan hebat.
Namun, dengarlah...
Di balik napas yang berat, ada tekad yang tak kunjung sekarat
Tentang perjuangan bangun pagi saat sendi terasa nyeri
Tentang keberanian masuk ke ruang olahraga tanpa rasa ngeri
Dan tentang belajar mencintai diri, meski dunia belum memberi restu.
Kami bukan sekadar angka, bukan sekadar volume
Kami adalah jiwa yang sedang mendaki gunung tinggi
Mencari sehat, mencari selamat, mencari damai
Dalam tubuh yang sedang kami peluk erat-erat kembali.
