Sosial Media
0
Artikel
    Home Puisi

    Langkah di Atas Benang Halus

    19 min read

    Foto : Ilustasi Gemini AI
    Foto : Ilustasi Gemini AI


    Di cermin itu, ada raksasa yang lelah

    Membawa beban yang tak hanya lemak dan daging

    Tapi juga pandangan tajam seujung jengking

    Dan tawa kecil yang robek di balik celah.


    Setiap langkah adalah perang melawan gravitasi

    Napas yang memburu, jantung yang menabuh genderang

    Di trotoar, di tangga, di tengah hiruk-pikuk kota

    Kami berjalan di atas benang halus prasangka.


    Dunia terasa begitu sempit bagi tubuh yang lebar

    Kursi transportasi umum yang seolah menghakimi

    Baju-baju di toko yang bisu tak mau mengerti

    Hingga nasi di piring yang dipantau ribuan mata lapar.


    "Kurangi makan," kata mereka dengan ringan

    Tanpa tahu ada luka yang coba ditambal dengan suapan

    Ada hormon yang khianat, ada metabolisme yang lambat

    Ada trauma lama yang bersembunyi di balik lipatan hebat.


    Namun, dengarlah...

    Di balik napas yang berat, ada tekad yang tak kunjung sekarat

    Tentang perjuangan bangun pagi saat sendi terasa nyeri

    Tentang keberanian masuk ke ruang olahraga tanpa rasa ngeri

    Dan tentang belajar mencintai diri, meski dunia belum memberi restu.


    Kami bukan sekadar angka, bukan sekadar volume

    Kami adalah jiwa yang sedang mendaki gunung tinggi

    Mencari sehat, mencari selamat, mencari damai

    Dalam tubuh yang sedang kami peluk erat-erat kembali.

    Komentar
    Additional JS